Selasa, 14 Februari 2006

Kawasan Pesisir Sulit Dikembangkan

Tanggal : 14 Februari 2006
Sumber : http://64.203.71.11/kompas-cetak/0602/14/daerah/2438739.htm

Banda Aceh, Kompas - Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengatakan, pengembangan kawasan pesisir di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam masih sulit dilakukan meskipun kawasan pesisir merupakan wilayah paling parah terkena dampak tsunami. Wilayah pesisir memiliki keunikan tersendiri karena sangat dinamis dan terdapat banyak keterikatan ekologis. Pengelolaan kawasan pesisir terpadu bisa mendatangkan banyak manfaat, ujar Freddy pada pencanangan pembangunan pesisir terpadu di Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Senin (13/2).

Namun, diakui Freddy, pembangunan kawasan yang terkena dampak tsunami di Aceh masih belum banyak memerhatikan wilayah pesisir. Yang dibutuhkan di Aceh sekarang adalah coastal management area yang baik dan memerhatikan keberlanjutan sumber daya pesisir, ujarnya.

Tiga desa yang dicanangkan sebagai desa terpadu untuk pengembangan kawasan pesisir adalah Desa Meunasah Keude, Meunasah Kulam, dan Meunasah Mon di Kemukiman Kreung Raya, Aceh Besar. Pengembangan desa terpadu di kawasan pesisir ini merupakan proyek konsorsium Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) dengan Lembaga Riset dan Informasi Pengembangan Masyarakat (Leima).

Menurut Ketua Konsorsium Prof Dr Tridoyo Kusumastanto, pengembangan tiga desa di kawasan pesisir ini memadukan sektor perikanan, pertanian, dan industri. Kami ingin proses pengembangan kawasan pesisir ini tidak terkotak-kotak karena di sana ada yang hidup dari sektor perikanan, pertanian, dan industri, ujarnya.

Pengembangan kawasan pesisir di tiga desa ini juga berbasis pada keinginan masyarakat setempat. Sebelum dilakukan pembangunan fisik, menurut Tridoyo, lebih dulu dilakukan penguatan pranata sosial masyarakat.

Masyarakat terlibat langsung lewat Komite Pembangunan Desa. Untuk menggerakkan sektor ekonomi, dibentuk koperasi syariah, pranata masyarakat juga dipulihkan, ujar Tridoyo.

Tidak ada komentar: