Senin, 06 Agustus 2007

Konsumsi Ikan Menjamin Sehat dan Cerdas

Tanggal : 6 Agustus 2007
Sumber : http://www.tribun-timur.com/view.php?id=47511&jenis=Opini
Oleh: Syamsul Rahman, Dosen Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian UIM Mantan Anggota Hipermaju Sulbar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, telah memecahkan Rekor Musium Rekor Indonesia (Muri) pada acara pembakaran ikan sepanjang 4,36 km di jejar sepanjang Jl Yos Sudarso Mamuju Rabu 25 Juli lalu.

Jumlah ikan yang dibakar sekitar tujuh ton. Rekor Muri sebelumnya dipegang oleh Kabupaten Kapuas, dengan panjang tempat pembakaran ikan 3,083 km.

Kegiatan ini dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Fredy Numberi, dan sejumlah pejabat jajaran Kementerian Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).

Acara ini merupakan ajang kampanye dan realisasi dari program nasional yang telah dicanangkan DKP, gerakan memasyarakatkan ikan (Gemarikan), yang dirangkaikan dengan perlombaan menyiapkan berbagai menu yang berasal dari bahan baku ikan dan lomba masakan ikan tradisional.

Melalui even seperti ini, perlu dilakukan pengenalan kepada masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi ikan, termasuk melalui ekspose pemecahan rekor Muri seperti acara tersebut.


Potensi Perikanan

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sekitar 17 ribu, memiliki panjang pantai terpanjang kedua di dunia, setelah Aurstralia yang mencapai panjang pantai sekitar 81 ribu km.

Sebagai negara kepulauan yang dikelilingi laut, Indonesia mempunyai sumber daya laut yang besar, baik sumber daya hayati maupun nonhayati.

Selain perairan laut, luas daratan Indonesia juga "menyimpan" perairan tawar yang cukup luas. Sebagaimana perairan laut, perairan tawar pun menyimpan potensi sumber daya alam yang tidak sedikit, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.

Melihat potensi perairan dan sumber daya manusia serta sumber daya ikan yang ada, maka budidaya ikan di Indonesia cukup prospektif, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun untuk ekspor.

Prospektifnya pasar ikan dapat dilihat dari terus meningkatnya jumlah penduduk dan makin sadarnya konsumen untuk mengonsumsi ikan. Mengonsumsi ikan dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan bagi seseorang, sesuai standar yang dipersyaratkan.

Potensi sumberdaya ikan budidaya secara nasional diperkirakan sebesar 15,95 juta hektare, terdiri atas potensi air tawar 2,23 juta hektare, air payau 1,22 juta hektare, dan budidaya laut 12,14 juta hektare.

Sedangkan pemanfaatan potensi sumber daya itu hingga kini masing-masing baru mencapai sekitar 10,1 persen untuk budidaya air tawar, 40 persen budidaya air payau, dan 0,01 budidaya laut.

Angka sementara produksi total perikanan budidaya secara nasional pada 2005 sebesar 1,8 juta ton. Mengingat pemanfaatan potensi perikanan budidaya yang masih demikian rendah, maka diperlukan langkah-langkah untuk mendorong peningkatan produksi ikan yang permintaan pasarnya sangat besar. Ikan hasil budidaya di Indonesia, baik ikan air tawar maupun ikan laut, semakin berpeluang untuk bersaing dengan ikan hasil budidaya dari negara lain. Iklim di Indonesia lebih kondusif untuk budidaya ikan.

Sebagai negara yang kaya dengan hasil laut dan mempunyai berbagai macam produk perikanan, Indonesia berpeluang membangun kualitas manusia yang sehat dan cerdas melalui Gemarikan.
Namun, masyarakat Indonesia kurang banyak mengkonsumsi ikan yang kaya akan protein ini. Budaya mengkonsumsi ikan belum menjadi gaya hidup banyak keluarga di negeri ini.


Tingkat Konsumsi

Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk, yang saat ini diperkirakan telah mencapai 215 juta jiwa, maka meningkat pula kebutuhan pangan.

Itu berarti luasnya laut dan perairan umum Indonesia merupakan sebuah "lumbung" pangan nasional yang setiap saat siap dimanfaatkan secara optimal.

Sumber daya ikan di Indonesia diperkirakan 6,7 juta ton per tahun atau sekitar tujuh persen dari total potensi lestari ikan laut dunia. Akan tetapi tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih rendah. Hingga tahun 2006, rata-rata mencapai 25,03 kg per kapita per tahun.

Meskipun meningkat 4,5 persen dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 23,95 kg, jumlah ini belum mencapai standar yang di persyaratkan oleh organisasi pangan dunia (FAO), 30 kg per kapita per tahun.
Dibanding dengan negara- negara Asia lainnya, tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih jauh ketinggalan. Jepang (mencapai 110 kg), Korea Selatan (85 kg), Malaysia (45 kg), dan Thailand (35 kg).

Rendahnya tingkat konsumsi ikan tersebut diakibatkan karena masih adanya anggapan di kalangan masyarakat, bahwa makan ikan kurang bergengsi, atau identik dengan kemiskinan, bahkan ada anggapan sebagian masyarakat yang menyatakan, mengonsumsi ikan terlalu banyak akan mengakibatkan cacingan atau alergi.

Padahal protein yang terdapat dalam ikan sangat diperlukan manusia karena lebih mudah dicerna, juga mengandung asam amino dengan pola hampir sama dengan asam amino yang terdapat dalam tubuh manusia. Selain itu, protein ikan juga terdiri atas asam amino asensiall yang tidak mudah rusak selama pemasakan, dan lebih lengkap dibandingkan dengan sumber protein hewan.


Sehat Cerdas

Negara Jepang adalah salah satu penghasil ikan di dunia dan ikan telah menjadi makanan utama, seperti halnya nasi di Indonesia. Ikan telah menjadi bagian dari menu sehari-hari masyarakat Indonesia, namun hanya sekadar sebagai pelengkap menu hidangan.

Banyak di antara kita hanya tau, bahwa ikan itu baik bagi kesehatan dan enak rasanya. Namun, kita tidak mengerti kandungan apa di dalam ikan yang dapat membuat badan menjadi sehat dan cerdas, seperti yang dialami oleh orang-orang Jepang.

Ikan kaya akan asam yang disebut Omega 3 yang berfungsi membantu untuk membersihkan racun di dalam jantung dan tubuh, dengan meningkatkan proses anti penggumpalan darah.

Omega 3 mampu mencegah dan mengurangi terjadinya penumpukan kolesterol dan melekatnya bintik-bintik darah dalam pembuluh darah. Orang yang banyak mengonsumsi ikan mempunyai resiko lebih kecil terkena penyakit jantung dan stroke.

Selain dapat mencegah penyakit jantung dan stroke, Omega 3 dapat mencegah penyakit kanker, diabetes, asam urat, rematik, bahkan mengatasi jerawat. Pada ibu hamil, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi banyak ikan karena dapat membantu pertumbuhan otak bayi, selain meningkatkan kecerdasan dan daya pikirnya.

Selain itu mengonsumsi banyak ikan bagi ibu hamil dapat menghindari bayi premature atau berat badannya di bawah standar. Sampai bayi beranjak dewasa pun, pengenalan terhadap konsumsi ikan harus tetap dilanjutkan. Ikan memang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan sebagai sumber energi.

Sudah menjadi rahasia umum pula bahwa ikan mengandung banyak protein. Namun absorpsi protein dari ikan lebih banyak dibandingkan daging sapi atau ayam. Hal ini disebabkan karena ikan mempunyai serat protein yang lebih pendek dari pada serat-serat daging sapi atau ayam, yang mempermudah pencernaan.

Ikan juga sangat baik bagi orang yang mengalami kesulitan pencernaan. Untuk itu, mulailah mengonsumsi ikan hari ini dan setidaknya makanlah ikan minimal tiga kali seminggu atau setiap hari dengan menu yang bervariasi. Ini akan berimplikasi pada kesehatan dan kecerdasan. (***)

Tidak ada komentar: